Langsung ke konten utama

Perbandingan Mazhab: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Tujuan

A. Pengertian Perbandingan Mazhab
*Mazhab berarti Jalan, aliran, paham.
*Perbandingan dalam bahasa Arab adalah Muqaranah, yang berarti membandingkan antara dua perkara atau lebih.
Perbandingan Mazhab berarti, mengumpulkan pendapat para imam mujtahidin berikut dalil-dalilnya tentang masalah yang diperselisihkan dan kemudian membandingkan serta mendiskusikan dalil dalil tersebut satu sana lainnya untuk menemukan yang terkuat dalilnya.

B. Ruang Lingkup Pembahasan Perbandingan Mazhab
1. Dalil-dalil yang digunakan sebagai dasar oleh para mujtahid, baik dari Al Quran, Hadits, maupun dalil hukum lainnya.
2. Metode atau cara yang ditempuh dalam berjtihad Dan cara beristimbat dari sumber sumber hukum yang dijadikan sebagai dasar penetapan hukum.
3. Latar belakang para Mujtahid, latar belakang munculnya suatu mazhab dan perbedaan yang muncul ditengah mazhab yang ada.
4. Pola pemikiran imam mazhab
5. Kondisi sosiologi serta hukum yang berlaku ditempat muqarin tinggl.

C. Tujuan dan Manfaat Pembahasan Perbandingan Mazhab
1. Untuk mengetahui hukum agama secara sempurna dan beramal dengan hukum yang didukung oleh dalil terkuat.
2. Untuk mengetahui pendapat antara mazhab satu dengan yang lain dan untuk mengetahui faktor- faktor penyebab perbedaan mazhab
3. Untuk mengetahui istimbat dan cara penalaran ulama terdahulu dalam menggali hukum dari dalil yang terperinci.
4. Dapat mengetahui letak perbedaan pendpat yang diperselisihkan.
5. Agar memperoleh pandangan yang luas tentang pendapat para imam dan mentarjihkan mana yang lebih kuat.
6. Mendekatkan berbagai mazhab agar perpecahan umat dapat disatukan kembali.
7. Dapat mengetahui betapa luasnya pembahasan ilmu fiqh.
8. Menghindarkan kepicikan dalam mengamalkan syariat Islam karena hanya terikat pada satu madzhab
9. Menghilangkan sifat taqlid buta.
Tujuan dari muqaranah bukan untuk melemahkan atau menjatuhkan mazhab lain melaikan untuk mencari titik temu dalil hukum yang lebih kuat, serta mendekatkan dan  mempererat mazhab yang ada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran KTSP

KTSP (KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN)

Dengan menerapkan KTSP memungkinkan peserta didik untuk melatih inisiatif berpikir, mentradisikan aktivitas kreatif, mengembangkan kemerdekaan berpikir, mengeluarkan ide, menumbuhkan kenikmatan bekerjasama, memecahkan masalah-masalahnhidup dan kehidupan.

A. Pengertian KTSP 

KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK), adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanankan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah. Perbedaannya dengan KBK adalah pada teknis pelaksanaan, jika KBK disusun oleh pemerintah pusat (Depdiknas), KTSP disusun oleh tingkat satuan pendidikan masing-masing (sekolah yang bersangkutan) dengan mengacu pada rambu-rambu nasional Panduan Penyusunan KTSP yang disusun oleh badan independen BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)

B. Prinsip KTSP 

Berpusat pada kompetensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tek…

Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

A. PENDAHULUAN
Manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak dapat menjalani kehidupan seorang diri. Peran serta manusia lain dalam menjalani hidupnya merupakan suatu kebutuhan mutlak yang harus ia terima. Sebagai satu manusia yang membutuhkan manusia lain tentunya ada sebuah interaksi yang menghasilkan kerjasama, tolong menolong, dan saling melengkapi satu dengan yang lain.
Tidak heran jika sejak awal Nabi Adam diciptakan, Ia membutuhkan seseorang untuk melengkapi hidupnya. Kemudian keturunannya hingga saat ini saling membutuhkan satu sama lain. Berkelompok, membuat satu komunitas yang berkembang kemudian menjadi suatu masyarakat dengan peradabannya masing-masing.
Di dalam sebuah komunitas, kelompok, atau masyarakat dari lingkup kecil hingga luas tentu ada sebuah aturan. Aturan yang secara tersirat dan tersurat inilah melahirkan sebuah hak dan kewajiban. Hak masing-masing individu sebagai makhluk yang berdiri sendiri, serta hak sebagai anggota masyarakat. Begitupun kewajiban, adanya a…

Sejarah Perkembangan dan Cabang Cabang Ulumul Hadis

Hadits adalah sumber ajaran Islam setelah Al Quran yang bersumber dari Rasulullah SAW, berupa siafat-sifat, ucapan, perbuatan, ataupun taqrir. Berbagai permasalahan muncul setelah Rasulullah SAW wafat, dikarenakan larangan penulisan Hadits di masa Rasulullah SAW. Dengan larangan penulisan hadits, maka para sahabat hanya mengandalkan hafalan, hal tersebut menjadi kelemahan bagi para shahabat  yang hafalannya lemah. Selain itu, penerimaan hadits dari Rasulullah SAW juga beragam, tidak semua sahabat menerima hadits dalam waktu bersamaan.

Keadaan tersebut menuntut para ulama bekerja keras, melakukan penelitian secara ketat terhadap Hadits Rasulullah SAW. Terlebih banyaknya hadits palsu (maudhu) yang bermunculan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Para ulama membuat kaidah-kaidah, ketentuan-ketentuan, dan acuan untuk menilai hadits-hadits yang ada. Kaidah, ketentuan dan acuan  tersebut yang dikembangkan menjadi ilmu hadits.
Ilmu hadits sudah ada sejak periode Rasulullah SAW. Para Saha…

Manusia dan Kebutuhan Doktrin Agama

Manusia merupkan makhluk paling sempurna yang dianugerahi Allah SWT, berupa kesempurnaan fisik dan kepintaran akal. Untuk itu secara naluri, manusia sadar bahwa terdapat kekuatan Maha Besar sebagai tempat meminta pertolongan dan perlindungan. Dari situ kita sadar bahwa kita adalah makhluk yang lemah, meskipun diberikan berbagai kelebihan dibanding makhluk lain.

Setiap manusia lahir dalam keadaan lemah dan tidak berdaya, serta tidak mengetahui sesuatupun. Sesuai  firman Allah SWT dalam Q. S. An Nahl (16) : 78 Artinya:  "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan  Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur".

Dalam keadaan lemah, manusia senantiasa dipengaruhi oleh berbagai macam godaan dan rayuan. Godaan yang muncul bisa dari dalam diri ataupun dari luar, berupa kebaikan (Malak Al Hidayah) ataupun keburukan ( Malak Al Ghiwayah). Disinilah peran agama dalam kehidupan manusia, yaitu membimbing manusia …