Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Model Pembelajaran KTSP

KTSP (KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN)

Dengan menerapkan KTSP memungkinkan peserta didik untuk melatih inisiatif berpikir, mentradisikan aktivitas kreatif, mengembangkan kemerdekaan berpikir, mengeluarkan ide, menumbuhkan kenikmatan bekerjasama, memecahkan masalah-masalahnhidup dan kehidupan.

A. Pengertian KTSP 

KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK), adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanankan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah. Perbedaannya dengan KBK adalah pada teknis pelaksanaan, jika KBK disusun oleh pemerintah pusat (Depdiknas), KTSP disusun oleh tingkat satuan pendidikan masing-masing (sekolah yang bersangkutan) dengan mengacu pada rambu-rambu nasional Panduan Penyusunan KTSP yang disusun oleh badan independen BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)

B. Prinsip KTSP 

  1. Berpusat pada kompetensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya 
  2. Beragam dan terpadu 
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni 
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan 
  6. Belajar sepanjang hayat 
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. 
C. Acuan Operasional KTSP 

  1. Peningkatan iman taqwa serta akhlak mulia 
  2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik 
  3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 
  4. Tuntutan perkembangan daerah dan nasional 
  5. Tuntutan dunia kerja 
  6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni 
  7. Agama 
  8. Dinamika perkembangan global 
  9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 
  10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 
  11. Kesetaraan gender 
  12. Karakteristik satuan pendidikan 
D. Komponen-komponen KTSP
Komponen kurikulum KTSP sesuai panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP terdiri dari 4 komponen:

1. Tujuan Pendidikan
Rumusan tujuan pendidikan mengacu pada tujuan umum pendidikan 
a. Tujuan Pendidikan Dasar, adalah membentuk dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut
b. Tujuan Pendidikan Menengah, adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan kepribadian, akhlak mulia serta untuk hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut 
c. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan, adalah meningkatkan kecerdasan, pengertahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya 

2. Struktur dan Muatan KTSP 
Struktur KTSP pada jenjang dasar dan menengah tertuang dalam standar isi, yang dikembangkan dari kelompok mata pelajaran. Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Disamping itu, materi muatan local dan kegiatan pengembangan diri termasuk kedalam kurikulum. Khusus untuk sekolah menengah kejurua, pengembangan diri terutama ditujukan untuk meningkatkan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. 

3.Kalender Pendidikan
 Satuan pendidikan dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik, dan masyarakat dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam standar isi. 

4.Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 
Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dalalm materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indicator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Berdasarkan silabus ini pendidik bisa mengembangkannya menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar bagi pererta didik 

E. Pelaksanaan Proses Pembelajaran KTSP 

Penerapan KTSP hendaknya dilakukan secara sistematik dan terencana dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi 

1.Perencanaan Pembelajaran
 Perencanaan pembelajaran adalah suatu persiapan yang disusun oleh pendidik sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. Rencana pembelajaran disebut juga dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Langkah-l;angkan penyusunan RPP: 
a. Mengisi Identitas RPP 
b. Merumuskan Standar Kompetensi 
c. Merumuskan Kompetensi Dasar 
d. Merumuskan indicator-indikator
e. Merumuskan tujuan pembelajaran
f. Menentukan materi pembelajaran 
g. menentukan metode pembelajaran 
h. Menentukan langkah-langkah/scenario pembelajaran 
i. Menentukan alat, bahan, dan sumber belajar 
j. Menentukan teknik penilaian 

2.Pelaksaan Pembelajaran 
Pelaksanaan pembelajaran selayaknya berpegang pada apa yang tertuang dalam perencanaan atau RPP. Namun situasi yang dihadapi pendidik dalam melaksanakn pembelajaran mempunyai pengaruh besar terhadap proses pembelajaran itu sendiri. Oleh sebab itu, pendidik sepatutnya peka terhadap berbagai situasi yang dihadapi, sehingga dapat menyesuaikan pola tingkah lakunya dalam mengajar dengan situasi yang dihadapi.
Situasi pembelajaran banyak dipengaruhi oleh: 
a. Faktor Pendidik. Gaya mengajar mencerminkan bagaimana pelaksanaan pengajaran pendidik yang bersangkutan, yang dipengaruhi oleh pandangannya sendiri tentang mengajar, konsep-konsep psikologi yang digunakan serta kurikulum yang dilaksanakan. 
b. Faktor Peserta Didik. Sikap peserta didik mempunyai keragaman dalam hal kecakapan maupun kepribadian untuk dikembangkan 
c. Faktor Kurikulum. Bahan pelajaran sebagai isi kurikulum mengacu pada tujuan yang hendak dicapai, demikian pula pola interaksi peserta didik. Oleh sebab itu, tujuan yang hendak dicapai itu secara khusus menggambarkan bentuk perubahan tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai peserta didik melalui proses belajar yang beraneka ragam. 
d. Faktor Lingkungan. Lingkungan meliputi keadaan ruangan, tatra ruang, dan berbagai situasi fisik yang ada disekitar kelas atau sekitar tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Lingkungan inipun dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi situasi belajar 

3.Penilaian Pembelajaran 
Penilaian pembelajaran mencakup pembuatan pertimbangan tentang jasa, nilai atau manfaat suatu program, p[roses, dan hasil pembelajaran. Penilaian adalah suatu proses sistematik yang mengandung informasi, menganalisis, dan menginterpretasi informasi tersebut untuk membuat keputusan-keputusan. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakuakn berdasarkan indicator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan: 1) Tesdan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. 2) Pengamatan kinerja, 3) Pengukuran SIkap, 4)Penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, 5)Penggunaan portofolio, 6) Penilaian diri. 

 Artikel Terkait: 
- KOMPETENSI 
- SILABUS 
- Contoh RPP 
- Keterampilan membuka dan menutup pelajaran

Belajar dari "I Not Stupid Too"

bokiieroo.blogspot.com
Film I Not Stupid Too memang film yang sudah cukup lama. Merupakan film dari Singapura tahun 2006. Film ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak, terutama orang tua dan guru. Sangat jelas digambarkan bagaimana hubungan antara anak dengan orang tua, dan  siswa dengan guru.

Saya tidak akan menjelaskan alur cerita I Not Stupid Too, melainkan sedikit menyampaikan beberapa point penting yang terdapat pada isi cerita film tersebut.

(wikipedia) Beberapa Pemain film I Not Stupid:
  • Shawn Lee sebagai Tom Yeo 
  • Ashley Leong sebagai Jerry Yeo 
  • Joshua Ang sebagai Lim Chengcai 
  • Jack Neo sebagai Mr Yeo
  • Xiang Yun sebagai Mrs Yeo 
  • Huang Yiliang sebagai Mr Lim

Berangkat dari tugas dosen untuk memperhatikan permasalahan-permasalahan yang dimunculkan dan beberapa kalimat inspiratif dalam film I Not Stupid Too. Berikut saya jabarkan beberapa permasalahan dan kata kunci berupa kalimat inspiratifnya.

Masalah-masalah dalam film I NOT STUPID TOO
- Orangtua tidak menghargai bakat anak
- Saling tidak memahami antara anak dan orang tua tentang apa yang disuka/tidak disuka
- Orangtua tidak mau mendengarkan pendapat anak, mereka cenderung merasa benar karena lebih tua.
- Seorang Guru tidak menghargai usaha yang sudah dilakukan siswanya,
- Guru memberikan label buruk kepada anak didiknya, seperti “Apel Busuk”, Bodoh, tidak punya harapan, tidak berguna,dll.
- Tidak ada dukungan dari orangtua untuk kegiatan anaknya di sekolah
- Komunikasi yang sangat minim didalam keluarga karena orangtua sibuk bekerja
- Pertanyaan kritis anak tidak dapat dijelaskan sesuai tingkat pemahaman anak.
- Tidak ada konsistensi terhadap aturan yang dibuat orangtua.
- Pertengkaran suami dan istri dilakukan didepan anak-anak. Hal tersebut seharusnya tidak dilakukan.
- Kekerasan dalam rumah tangga oleh ayah Chengcai.
 - Orangtua tidak fokus dan telaten mengajari anaknya.
- Sedikit sekali ungkapan kasih sayang, terimakasih, pujian, dukungan, dan penghargaan.
- Sekolah memberikan hukuman fisik “cambuk” kepada siswa bermasalah.
- Salah pergaulah dengan para preman

Beberapa permasalahan dan kalimat kunci inspiratif penyelesaian masalah 

* Ketika banyak terjadi kasus dalam proses belajar mengajar, entah karena siswa itu malas, tidak tertarik dan susah memahami pelajaran, ataupun pelanggaran terhadap peraturan sekolah, maka yang harus dilakukan adalah mencari jalan keluar terbaik untuk semua pihak. Baik orang tua, guru, ataupun sekolah seharusnya lebih memahami anak didiknya. Konsekwensi yang diberikan seharusnya bersifat mendidik, bukan memberi hukuman fisik ataupun psikis. Jika sekolah tidak bisa membimbing murid-muridnya, mereka tidak berhak melakukan hukuman cambuk didepan umum.

* Guru yang bersifat otoriter tentu memberi dampak negatif. Sehingga siswa tidak berkembang, pendapat mereka tidak didengar, usaha mereka tidak dihargai, merasa menjadi pihak yang selalu salah, dan akhirnya timbul kebencian. Maka kuncinya adalah fokus pada bakat mereka dan bukan pada kekurangan mereka. Dengan cara demikian maka guru dan siswa dapat terjalin komunikasi dengan baik.
* Kesalahan yang dilakukan anak seharusnya diselesaikan dengan lebih bijaksana. Orangtua harus melihat latar belakang permasalahan, jangan hanya melihat kesalahan. Ajari anak bukan dengan memarahinya. Berkomunikasi dengan lebih baik, berkomunikasi dengan anak itu ada seninya.

* Mengkritik dengan cara yang baik, memberi pujian dan saran. “ Yang nilainya naik dari 25 ke 30, kemajuan kalian bagus. Dan aku akan membei hadiah, CD Jay Chou”. Atau “ Tan, teh lemon yang kemarin enak sekali, buat lebih enak dan akan kucantumkan dalam menu”

* Masalah demi masalah yang dilakukan anak membuat orangtua sadar, bahwa mereka salah dalam mendidik anak. Dia (anak) lebih kecewa terhadap kami, daripada kami terhadap dia. 

  • Semua anak bisa diajari, tergantung bagaimana orangtuanya. 
  • Semua orang punya impian, dari impian datang harapan, dengan impian ada kekuatan. Impian menyinari hatimu bagai mentari, menerangi seluruh duniamu, memberimu keberanian untuk melangkah maju. 
  • Berikanlah lebih banyak pujian, lihat sisi baik seseorang. Dalam diri setiap anak ada sisi gelap dan sisi terang. Carilah sisi terang, dan semua yang baik akan muncul. 
  • “Barang berguna dipakai dengan salah akan jadi tidak berguna, barang tidak berguna dipakai dengan benar akan jadi berguna”.
  •  Pengakuan terhadap seseorang adalah sumber kekuatan.
  • Keajaiban mungkin berasal dari sepatah kata yang paling sederhana, ekspresi, atau tindakan yang paling kecil sekalipun.

*** Itulah sedikit tentang film I NOT STUPID TOO, film yang sangat inspiratif dan dapat diambil pelajaran baik untuk anak, orang tua, guru, sekolah, dan pemerintah. Untuk Anda yang belum menonton filmnya silahkan browsing atau download di youtube atau beli CD nya. Karena film tersebut kaya makna, dan sayang untuk tidak ditonton. Jika ingin membaca alur cerita film I Not Stupid, saya rasa sudah banyak yang menuliskan alur  ceritanya.***

Pembelajaran Dansa Pierre Dulaine

Film "Take The Lead", adalah hasil karya inspirasi kisah nyata dari Pierre Dulaine

Film yang diperankan oleh aktor Antonio Banderas sebagai Pierre Dulaine ini sebagai salah satu film yang dapat menginspirasi guru dalam hal metode pembelajaran. Pierre sebagai guru dansa memberikan sebuah kontribusi besar pada perubahan anak didiknya. Dapat diambil benang merahnya bahwa Ia berhasil mengajarkan suatu hal yang berbeda yang bertolak belakang dari kebiasaan siswanya. Dengan latar belakang siswa yang beragam, mulai dari anak seorang pelacur, anak dari pemabuk, orang tua yang suka memaksakan kehendaknya, dll. Mereka akhirnya bisa menjadi satu, kompak, dalam satu tujuan yang sama yaitu sebuah kompetisi ballroom dance. Tidak hanya itu, perubahan kearah yang lebih baik untuk siswanya adalah tujuan ia mengambil alih pengajaran di kelas hukuman.

Pierre dalam memberikan pengajarannya tidak patah semangat meski pada awalnya mendapat perlakuan yang kurang baik dari siswanya. Diacuhkan, ditertawakan, diremehkan, tetapi Ia tetap konsisten untuk memberikan pelajaran kepada siswanya. Ketulusan dan kesabarannya akhirnya membuahkan hasil, mereka para siswanya akhirnya mengikuti apa yang diperintahkan oleh Mr.Pierre. Perubahan sikap siswanya pun semakin terasa. Mereka yang sebelumnya bermusuhan akhirnya berdamai, lebih menghargai satu sama lain. Karena apa yang diajarkan dalam tari dansa pada hakikatnya adalah bersatu dan bekerja sama.

Ketika dalam satu proses pembelajaran terdapat sesuatu yang berbeda, maka itulah kekayaan. Begitupun Piere dalam menghadapi perbedaan yang begitu jauh berbeda, antara tarian dansa dengan hip hop, rock. Ketika kreatifitas siswa muncul dalam memadukan keduanya, maka pujian tak segan diberikan kepada siswanya. Bahwa itulah hasil kreatifitas, sebagai sumber kekayaan. Ketika daya tarik untuk belajar begitu kurang, maka Ia menggunakan cara lain (Demonstrasi) dari seorang penari hebaT (Morgan), yang pada akhirnya siswanya memiliki ketertarikan pada apa yang diajarkannya.

*PEMAIN
Antonio Banderas - Pierre Dulaine: Seorang instruktur dansa ballroom terkenal yang mendapat pekerjaan sebagai guru bagi siswa yang sedang menghadapi hukuman dari sekolah. Seorang pria yang memperlakukan semua orang, terutama wanita, dengan hormat dan menggunakan tarian sebagai cara untuk mengajarkan siswa tentang rasa hormat, sopan santun dan berurusan dengan masalah-masalah pribadi. 

Rob Brown - Jason "Rock" Rockwell: Saudara laki-laki seorang remaja yang meninggal karena obat-obatan.  Ia memiliki perseteruan lama dengan LaRhette, yang saudaranya diduga pengedar narkoba. Dia tinggal di lingkungan miskin, Ayahnya telah mabuk sejak saudara Rock meninggal. Ia bekerja untuk membantu keadaan keluargnya, karena ayahnya yang sakit-sakitan dan suka mabuk.


Yaya DaCosta - LaRhette Dudley: Ibunya bekerja sebagai pelacur, dia mengurus adik-adiknya, memasak untuk mereka dan membantu adiknya dengan pekerjaan rumahnya. Meski tahu profesi ibunya, dia sangat melindungi dan menolak untuk membiarkan siapa pun menghitamkan namanya. Dia memiliki perseteruan lama dengan Rock. Memahami perseteruan antara LaRhette dan Rock, Pierre memutuskan untuk membantu mereka dengan pasangan mereka sebagai mitra tari. Setelah beberapa saat, keduanya mulai saling menghormati satu sama lain yang dengan cepat berubah dari persahabatan  kemudian menjadi cinta.

 Lauren Collins - Caitlin: Canggung dan kaku, tidak percaya diri, tetapi dia tetap suka menari. Dia merasa ditekan oleh ayah dan ibunya, serta harapan mereka tentang dirinya terlalu tinggi.

Katya Virshilas - Morgan: Seorang penari yang sangat berbakat yang bergerak baik, anggun dan sensual, tetapi sombong. Namun demikian Ia memberikan apresiasi pada akhir kompetisi.

dll.....

Khalifah Fil Ardh dari Sekolah Alam

Doc. Bang Obet @BaksosBPI_Jabodetabek SA Tunas Mulia
Berangkat dari perjalanan bersama komunitas Backpacker Jabodetabek acara Bakti Sosial di Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang Bekasi, ada hal yang menarik di sekolah alam. Lebih jauh saya ingin mengerti tentang konsep Sekolah Alam itu sendiri. Banyak hal yang menjadi pertanyaan, berikut hasil penelusuran saya dari beberapa website/blog.

(padepokanguru.org) Pada tahun 1997, sekolah alam mulai menampakkan eksistensinya di Indonesia. Gagasan tersebut tercetus dari seorang mantan staf ahli Mentri Negara BUMN, beliau adalah Lendo Novo. Ir. Lendo Novo adalah alumni tekhnik perminyakan Institut Tekhnologi Bandung (ITB). Sejak tahun 1992, lendo merancang konsep sekolah alam, yaitu bagaimana murid-murid bisa belajar sambil bermain. Di tahun 1997, barulah beliau bisa mewujudkan berdirinya Sekolah Alam, yaitu di Ciganjur, Jakarta Selatan.

(abudira.wordpress.com) Menurut Efriyani Djuwita,M.Si seorang psikolog Perkembangan Anak dan staf pengajar Fakultas Psikologi UI, Sekolah alam adalah salah satu bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama sebagai pembelajaran siswa didiknya.

(id.wikipedia.org) Latar belakang didirikan Sekolah Alam adalah sebagai antitesa dan keprihatinan terhadap dunia pendidikan yang dinilai :
1. Belum mampu mengembangkan potensi/fitrah anak didik secara optimal.
2. Belum mampu menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan.
3. Belum mampu menghasilkan lulusan yang memiliki integritas moral.

Konsep Dasar Pendidikan
* Mengembalikan manusia kepada tujuan dasar penciptaan manusia sebagai Abdullah dan Kholifatullah fil ardh

       Penciptaan manusia sebagai makhluk paling mulia dan paling sempurna diantara makhluk ciptaan Tuhan lainnya, karena dibekali berbagai macam kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Oleh karenanya manusia harus bisa mengemban amanat yang telah diberikan Allah SWT sebagai khalifah dimuka bumi ini.

      Dalam Q.S Al-Baqarah:30 Allah SWT Berfirman, yang artinya: ”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"

Telah jelas bahwa penciptaan manusia tidak lain untuk mengemban amanat yang begitu besar. Sungguh berat tanggung jawab manusia, karena dihari akhir nanti setiap manusia akan diminta pertanggungjawabannya atas apa yang ia perbuat, apakan bisa menjalankan kewajibannya sebagai khalifah dimuka bumi ataukan justru sebaliknya.

(sekolahalamindonesia.org) Sekolah alam Indonesia adalah sebuah impian yang menjadi kenyataan bagi mereka yang menginginkan perubahan dalam dunia pendidikan. Bukan sekedar perubahan sistem, metode dan target pembelajaran, melainkan perubahan paradigma pendidikan secara menyeluruh yang pada akhirnya mengarah pada perbaikan mutu dan hasil dari proses pendidikan itu sendiri.

Sekolah alam membebaskan anak untuk  bereksplorasi, bereksperimen dan berekspresi tanpa dibatasi sekat-sekat dinding yang mengekang rasa ingin tahu mereka. Anak dibebaskan menjadi diri mereka, dan mengembangkan potensi diri untuk tumbuh menjadi manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, berwawasan ilmu pengetahuan dan siap menjadi pemimpin sesuai hakikat menciptakan manusia untuk menjadi pemimpin di muka bumi (khalifatu fil ardh).  Peran guru bukan hanya mengajar melainkan juga mendidik. Guru menjadi panutan, sekaligus teman belajar dan bermain, serta pendengar yang baik. Guru sebagai fasilitator, yang dituntut lebih aktif dan kreatif. 

Sebagai sekolah berbasi komunitas, penyelenggaraan kegiatan pendidikan tidak semata-mata tanggung jawab Guru dan Yayasan , tapi juga orang tua murid. Semua terlibat, semua turun tangan, mengatasi berbagai kendala dan persoalan yang timbul. Semua peduli dengan pengembangan sekolah, karena sekolah bukan ‘milik’ Yayasan atau pribadi tertentu, tapi milik komunitas.

Sebagai sebuah paradigma baru dalam pendidikan Indonesia, sekolah alam Indonesia diharapkan menjadi tambahan kekayaan dalam khasanah pendidikan nasional. Bisa dinikmati oleh lebih banyak anak diseluruh Indonesia. Bisa lebih melibatkan banyak pihak dalam pengembangannya. Karena hakikatnya, penyelenggaraan pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua. Tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Diharapkan dengan adanya sekolah-sekolah alam di Indonesia, akan melahirkan khalifah-khalifah di muka bumi ini yang lebih amanah dalam mengemban tugasnya.


SUMBER REFERENSI
http://abudira.wordpress.com/2009/03/17/apa-itu-sekolah-alam/
http://padepokanguru.org/2011/08/21/sekolah-alam-sebagai-salah-satu-jawaban-terhadap-tantangan-di-zaman-globalisasi/
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Sekolah_Alam
www.sekolahalamindonesia.org/konsep-pendidikan/
www.sekolahalamindonesia.org/about-sai/
http://mtsbahrululumawipari.wordpress.com/2010/08/10/manusia-sebaagi-khalifah/
http://agama.kompasiana.com/2011/01/06/esensi-penciptaan-manusia-sebagai-khalifah-fil-ardh-332609.html

Pemikiran Kalam Khawarij dalam ilmu Kalam

 Pemikiran Kalam Khawarij 1. Pengertian dan Penisbatannya A l-Khawarij adalah bentuk jama' dari khariji (yang keluar). Nama khawarij d...